Menu Close

Penyebab Langit Berwarna Biru

Mengapa langit berwarna biru? Beberapa orang mungkin telah mengetahui alasan di balik warna biru di langit, akan tetapi sebagian orang tidak. Sebelum mengetahui lebih jauh tentang penyebab di balik warna biru di langit, kita perlu mengetahui tentang fenomena yang disebut Rayleigh Scattering. Ini adalah proses yang terjadi sewaktu partikel atmosfer berukuran lebih kecil dibandingkan panjang gelombang cahaya yang sedang berserakan melaluinya. Partikel tersebut dapat merupakan unsur atom atau molekul lain. Teori ini muncul pada tahun 1871, yang dibuat oleh Lord Rayleigh. Menurut Raleigh, jumlah hamburan bervariasi berbanding terbalik dengan kekuatan keempat dari panjang gelombang. Semakin pendek gelombang, maka semakin banyak hamburan cahaya yang muncul. Penyebaran Rayleigh terlihat menonjol sewaktu cahaya bergerak melewati gas.

Penyebab langit berwarna biru

Sesuai dengan hukum Rayleigh, seperti yang telah diulas di atas, makin pendek gelombang, semakin banyak pula hamburan. Cahaya putih yang berasal dari matahari mempunyai warna yang beragam. Cahaya nampak oleh mata kita berkisar antara 400 sampai 700 nm dan sesuai dengan warna violet hingga warna merah.

mengapa langit biru
Warna biru mempunyai panjang gelombang sekitar 450-495 nm, sedangkan watna merah mempunyai panjang gelombang sekitar 650 nm. Ketika cahaya matahari memasuki atmosfer, molekul gas di udara menyebarkan cahaya biru 10 kali lebih banyak dari pada merah. Hal ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh, cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti kuning dan merah melewati atmosfer dengan tidak terpengaruh. Sementara itu cahaya gelombang yang lebih meliputi biru dan ungu diserap oleh molekul gas dan menyebar ke segala penjuru. Inilah penyebab mengapa anda selalu melihat warna biru yang bertebaran di langit.

Lantas mengapa langit tidak berwarna ungu atau mungkin nila oleh karena panjang gelombangnya lebih pendek daripada warna biru? Dalam fisiologi mata manusia diketahui menyerap cahaya lebih baik di tempat biru yang teduh daripada warna ungu atau nila. Langit seharusnya memang tampak ungu atau nila secara teknis, akan tetapi karena mata kurang sensitif, maka langit akan nampak biru. Jika tidak ada warna nila atau ungu, langit akan terlihat biru tetapi dengan bercampur warna hijau sedikit.

Inilah juga yang menjadi penyebab mengapa matahari nampak terlihat merah sewaktu terbit dan terbenam. Sewaktu matahari terbenam atau terbit, jarak antara anda dan matahari lebih jauh, cahaya harus bergerak lebih jauh melalui atmosfer untuk mencapai mata anda. Oleh sebab terdapat jarak tambahan yang harus dilalui cahaya pada saat mencapai mata, sebagian besar cahaya biru telah bertebaran dan menjauh dari garis penglihatan. Proses ini akan berdampak dengan sedikit atau tanpa hamburan.

Sebagai percobaan, anda dapat memakai gelas bening, mengisinya dengan air 300 ml dan mencampurnya dengan 1 sendok teh bubuk susu. Matikan lampu ruangan dan nyalakan api dekat di atas permukaan air. Cermati air pada gelas dari samping dekat dengan api. Anda dapat melihat semburat kebiruan. Setelah itu pindahkan api ke sisi gelas dan lihat melewati air langsung pada cahaya, maka ini akan nampak kemerahan. Jika anda meletakkan api di bawah gelas, maka ini akan membuat anda melihat cahaya yang tampak jauh lebih merah dari warna merah sebelumnya.

Ulasan ini merupakan versi simpel dari konsep yang menjelaskan mengapa langit berwarna biru. Anda dapat mencoba eksperimen ini di rumah dengan lebih meyakinkan dan makin jelas. Masih banyak pengetahuan yang dapat membuat anda merasa senang dan berdecak kagum. Apa yang anda dibutuhkan adalah rasa penasaran untuk menemukan semua jawaban.

Related Posts